Terimakasih atas kunjungan teman" di blog saya. http://info-harianku.blogspot.com/ di ciptakan hanya untuk arsip berita pribadi. apabila dalam blog terdapat kekurangan / kesalahan, mohon kiranya beri kritik dan saran. terimakasih.

Monday, 25 May 2015


Hasan bin Ali bin Abi Thalib, putra pertama Imam Ali, hampir setiap hari di bulan Ramadhan, menghidangkan makanan bagi orang miskin untuk berbuka. Beliau melayani dan mengatur makanan yang diberikan kepada para tamunya, untuk segenap orang miskin yang berada di Mandinah kala itu. Sebegitu populernya acara tersebut sampai hampir seluruh masyarakat yang ada tahu belaka, bahwa bila ingin berbuka dan menikmati makanan yg nikmat mereka boleh ke tempat S. Hasan bin Ali. Semakin hari semakin banyak orang yg datang, dan sungguhpun demikian makanan yg disiapkan senantiasa mencukupi untuk semua tamu. Di antara para tamu tersebut, ada satu orang yang pada hari itu membawa pulang makanannya tanpa menyentuhnya. ia hanya membatalkan dengan sebuah kurma dan 3 teguk air. Dan ini tak luput dari pandangan Beliau. Beliaupun tergelitik untuk bertanya. " saudaraku tercinta, tidak seperti yang lain, engkau tidak memakan makananmu, apakah ada keluargamu yg sedang sakit? Bila iya, izinkan saya membantu atau minimal bolehkah saya menegoknya? Semoga saya bisa melakukan sesuatu." Orang tua itupun menatap Hasan, dan kemudian dengan wajah sedih ia menjawab: " Maafkan saya, wahai Putra Rasul, saya hidup sebatangkara, dan saya tidak punya keluarga lagi. Tentang makanan ini, saya ingin berikan kepada seorang lelaki gagah yang selalu saya temui di perkebunan yang ada di dekat rumahku. Setiap hari saya melihatnya kerja diperkebunan itu, dan bila waktu berbuka tiba dia selalu hanya memakan sepotong roti kering yang dibasahi air. Ia bekerja dan bekerja, seperti lelah tak menghampirinya. Tapi pun demikian tatkala duduk beristirahat, saya senantiasa mendengar lantunan ayat alquran yang suci dari mulutnya. Saya tak pernah berbicara dengannya. Tapi saya kagum dan sangat hormat terhadapnya. Hari ini, saya berharap bisa menyenangkannya dengan makanan ini, setidaknya memberikan dia menu yang berbeda, maafkan saya wahai Tuan." Hasan bin Ali terharu mendengarnya beliau meneteskan air matanya, " makanlah makananmu, dan bawalah makanan untuknya." "Tidak wahai Tuan, Anda telah demikian baik, biarlah makan jatahku kuberikan padanya, hatiku membisikkan demikian ijinkanlah wahai Tuan." Kata orang tua itu, bersikukuh. Hasan bin Ali, makin terharu, air matanya makin menetes deras. "bapak tua, tahukah engkau siapa lelaki yang hendak kau berikan makanan tersebut? Dia lah Ali Bin Abi Thalib, mantu Rasulullah SAW, Pedang Allah, kekasih Allah dan RasulNya, ayahku. Sesungguhnya makanan yang kita makan ini adalah hasil kerjanya, dan dia memilih berbuka dengan apa uang kau sebutkan tadi....."
Begini Cara Nabi Membalas Keisengan Sahabat Ali Kurma Dan Susu
Sahabat Ali pernah 'iseng' ke Rasulullah dengan memindahkan biji kurma bekas miliknya ke tempat biji kurma Rasul. Namun Rasul menjawabnya dengan canda.
Dream - Suatu ketika, Rasulullah SAW bersama para sahabat sedang berbuka puasa. Buah kurma terhidang di depan mereka. Setiap kali mereka makan kurma, biji- biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing- masing.
Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan cukup banyak kurma. Jelas saja, biji-biji kurma yang ada di tempatnya menumpuk lebih banyak di bandingkan sahabat yang lain.
Muncul keisengan Sahabat Ali. Diam-diam dia memindahkan biji kurma miliknya ke tempat biji kurma milik Rasul. Saat semua biji kurma sudah berpindah tempat, Ali menggoda Rasul.
"Wahai Nabi tampaknya engkau begitu lapar. Sehingga makan kurma begitu banyak. Lihat biji kurma di tempatmu menumpuk begitu banyak."
Bukannya terkejut atau marah, sambil tersenyum Nabi membalas keisengan Ali. "Ali, tampaknya kamulah yang sangat lapar. Sehingga engkau makan berikut biji kurmanya. Lihatlah, tak ada biji tersisa di depanmu."

Sumber : HR. Bukhori


Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramid di Mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita tahu. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, kerana di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi.

Tujuh keajaiban dunia itu adalah:

HAIWAN BERBICARA DI AKHIR ZAMAN

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul haiwan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercatat dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahawa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy memberi ulasan tentang ayat di atas,

“Haiwan ini akan keluar di akhir zaman ketika rosaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka haiwan bumi.Konon khabarnya, dari Mekah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Haiwan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)].

Haiwan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat,sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di Barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, haiwan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah Barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

POKOK KURMA YANG MENANGIS

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis?

Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu-berkata:

“Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang kurma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang kurma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

UNTAIAN SALAM BATU ANEH

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahawa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya, Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

PENGADUAN SEEKOR UNTA

Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan haiwan pun memilikinya.

Oleh kerana itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada haiwan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya. Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. Lalu beliau masuk ke dalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor unta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka unta itu merintih dan bercucuran air matanya. 

Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah unta itu. Kemudian beliau bersabda,“Siapakah pemilik unta ini, unta ini milik siapa?”

Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Unta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, kerana ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahawa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

KESAKSIAN KAMBING PANGGANG

Kalau binatang yang masih hidup boleh berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi benar. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadis berikut: Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-menerima hadiah, dan tidak mahu makan sedekah. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebahagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Angkatlah tangan kalian, kerana kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahawa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat),

“Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab,
“Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh.

BATU YANG BERBICARA

Setelah kita mengetahui adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita fikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak.

Kerana Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadis ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadis ini (menunjukkan) bahawa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

SEMUT MEMBERI ARAHAN

Mungkin kita pernah mendengar cerita fiksen tentang haiwan-haiwan yang berbicara dengan haiwan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiksen belaka dan tentunya omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya haiwan yang berbicara kepada haiwan yang lain, bahkan memberi arahan, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Haiwan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut:
Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyedari.

Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Kerana (mendengar) perkataan semut itu dan dia berdoa:
“Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapaku dan untuk mengerjakan amal soleh yang Engkau redhoi; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan menghairankan seluruh manusia.

Orang-orang beriman telah lama menyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai sekarang.

Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh kerana itu, kami mengangkat perkara itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kukuh di hati umat Islam

Sunday, 24 May 2015


YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, lindungilah dan peliharakanlah kami, kedua ibubapa kami, isteri/suami kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami & semua orang Islam dari azab seksa api nerakaMu YA ALLAH.
Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.

Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH……AMIN…..

.: Luasnya Neraka Jahanam :.

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,
maka ditanya oleh nabi s.a.w.: ”Mengapa aku melihat kau berubah muka?”
Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.”
Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat neraka Jahannam.”
Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.
Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”
Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?”
Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?”

Jawab Jibrail:

“Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.”

Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: ”Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?”

Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.”
Maka nabi s.a.w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan
sesudah sedar nabi saw bersabda: “Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”
Jawabnya: “Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”
Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab “Peringatan Bagi Yg Lalai”)
Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua…..Wallahua’lam.

Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.
Dari Abdullah bin ‘Amr R.A,

Rasulullah S.A.W bersabda:” Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..

SEPULUH ORANG YANG MAYATNYA TIDAK BUSUK DAN TIDAK REPUT DI HARI QIAMAT KELAK!!!
Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAKBERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : “Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?”

Maka jawabnya Rasulullah saw “Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU’.” Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu “itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN” mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian” Siratul Mustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :-

1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.
Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw: Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:
” Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah-buahan SYURGA. ”

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :
“Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.”

* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.

Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ” Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.” Surah Al-Baqarah : 237
Untuk renungan dan amalan bersama ..
“LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN”
LIMA MACAM DOSA yang tidak ada tebusannya iaitu SYIRIK terhadap Allah s.w.t., MEMBUNUH orang tanpa hak, membuat TUDUHAN PALSU terhadap seorang Muslim, LARI DARI BARISAN Muslimin dalam PEPERANGAN dan SUMPAH PALSU untuk MENGAMBIL HAK ORANG LAIN” (Riwayat Ahmad)

DOSA – DOSA BESAR YANG KITA LAKUKAN
Dosa yang paling besar ialah SYIRIK, DERHAKA kepada ibu bapa dan MEMBUNUH orang tanpa hak” (Riwayat Anas r.a.)

SHOLAT LIMA WAKTU
Ada riwayat : Nabi SAW bersabda bahawa SHOLAT itu adalah perkara pertama yang akan dihisab semasa di Akhirat kelak!!! Jika BAIK maka baiklah segala amalan!!! Jika BURUK maka buruklah segala amalan!!!
JAGALAH SHOLAT ITU IBARAT NYAWA KAMU SENDIRI!!!

Tuesday, 19 May 2015

Perbuatan ini boleh dilakukan, baik disebabkan oleh perasaan yang sangat kepada Allah maupun sebab-sebab lainnya, seperti mengeluh pada saat turun bencana atau sakit yang menimpa dirinya, selama hal itu tidak dibuat-buat dan tidak tertahankan. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ مِن ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩ “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam : 58) Ayat ini berlaku kepada seseorang yang sedang mengerjakan shalat ataupun pada waktu lainnya. Abdullah bin Syikhir, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat sambil menangis terisak-isak seakan-akan pada dadanya terdapat bunyi air mendidih di dalam ceret.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, dan ia mensahihkannya) Ali berkata, “Pada waktu Perang Badar, tak seorangpun yang mengendarai kuda selain Miqdad bin Aswad. Pada malam harinya, tak seorang pun yang bangun untuk mengerjakan shalat selain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau berada di bawah sebatang pohon dan mengerjakan sholat sambil menangis hingga pagi hari.” (HR. Ibnu Hibban) Aisyah r.a menceritakan bahwa sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sakit menjelang kewafatannya, beliau bersabda, “Suruhlah Abu Bakar agar ia mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin.” Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hati. Ketika membaca Al Qur’an, ia sering menangis.’ Sebenarnya aku mengatakan demikian disebabkan kekhawatiranku bahwa kaum mulismin nantinya akan merasa berdosa jika tidak memosisikan Abu Bakar sebagai pengganti pertama terhadap kedudukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi, beliau tetap berkeras dengan perintahnya. ‘Suruhlah Abu Bakar mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin. Aku tahu bahwa kamu kaum wanita tak ada bedanya dengan istri Nabi Yusuf a.s’” 1 (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi mensahihkannya) Sikap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mempertahankan Abu Bakar sebagai imam kaum muslimin, padahal beliau telah diberitahu bahwa ia sering menangis dalam shalatnya merupakan dalil bahwa menangis dalam shalat itu diperbolehkan. Ketika Umar ibnu Khathab mengerjakan shalat subuh dan membaca surah Yusuf, kemudian pada saat membaca ayat, ‘Aku mengadukan kerisauan serta kesusahan hatiku hanya kepada Allah,’ kemudian terdengarlah bunyi isak tangisnya.” (Riwayat Bukhari, Sa’id bin Mansur, dan Ibnu Mundzir) Tangisan Umar seperti yang telah dikemukakan dalam riwayat tersebut merupakan bantahan terhadap ulama yang mengatakan bahwa menangis dapat membatalkan shalat (jika hanya mengeluarkan bunyi-bunyian tak bermakna dari mulutnya), baik karena takut kepada Allah maupun karena sebab-sebab lain. Sementara itu, dalil mereka bahwa mengucapkan dua huruf dapat menyebabkan batalnya shalat karena dianggap berbicara, alasan seperti ini tidak dapat diterima sama sekali sebab menangis dan berbicara merupakan dua perkara yang sangat berlainan. [Syahida.com] ====== 1 Maksudnya, Aisyah sama halnya dengan istri Nabi Yusuf a.s yang senantiasa menimbulkan pertentangan antara lahir dan batin. Karenanya, jika istri Nabi Yusuf a.s pernah memanggil kaum wanita yang pada lahiriahnya adalah untuk menjamu mereka, padahal tujuan sebenarnya adalah untuk memperlihatkan ketampanan Nabi Yusuf agar mereka tidak menyalahkannya lagi jika jatuh cinta kepadanya, demikian pula halnya dengan Aisyah. Pada lahiriahnya, Aisyah menolak Abu Bakar diangkat sebagai imam karena khawatir makmum tidak mau mendengarkan bacaannya, karena suara tangisnya, padahal maksud yang sebenarnya agar kaum muslimin tidak menjauhi dan membencinya. Sumber : Kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq, Penerbit Pena

Friday, 15 May 2015

Kita memang pernah mendengar bahwa pahala shalat berjama’ah adalah 27 kali lipat shalat biasa, tapi ternyata sebaik-baik shalat wanita adalah di rumah. Tidak seperti para laki-laki yang dinilai lebih baik jika mereka melakukan shalat berjamaah di masjid baik itu dekat maupun jauh dari rumah mereka, para wanita lebih dianjurkan dan amat disarankan untuk lebih baik melakukan shalat mereka di rumah. Tentu saja ada alasan dari semua ini, dimana alasan tersebut akan sama-sama kita bahas di kesempatan ini.
Sebaik-Baik Shalat Wanita Adalah di Rumah
Memang kita sama-sama mengetahui bahwa ketika kita melakukan shalat berjamaah, maka kinta mendapatkan pahala 27 kali lipat lebih banyak, tapi ternyata hal ini tidak berlaku bagi yang wanita karena ternyata lebih baik jika wanita shalat di rumah mereka masing-masing. Hal ini sendiri sesuai dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan status dari hadits ini sendiri adalah hasan menurut Syaikh Syu’aib. Hadist tersebut berbunyi bahwa ujar Nabi Muhammad SAW, masjid yang paling baik bagi para wanita adalah jika mereka diam di rumah.
Hadits lain yang memperkuat pernyataan bahwa wanita lebih baik untuk shalat di rumah muncul dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, dan oleh Syaikh Al-Albani sudah dinilai sebagai hadits yang shahih. Hadits ini berisi bahwa bagi seorang wanita, shalat di rumah akan jauh lebih utama daripada di pintu rumah. Lebih baik juga jika seorang wanita shalat di ruangan yang sudah dikhususkan untuknya daripada di tempat lain yang membuatnya lebih mudah dilihat oleh orang lain.
Bahkan Allah SWT menambahkan bobot yang mengatakan bahwa wanita sebaiknya shalat di dalam rumah lewat Al-Qur’an, tepatnya pada surat Al-Ahzab ayat 33. Arti dari surat tersebut kira-kira para wanita sebaiknya tinggal di dalam rumah dan tidak berdandan layaknya jaman dahulu kala ketika masih masa jahiliyah. Lewat sebuah hadits riwayat Tirmidzi yang dinilai shahih juga Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa wanita adalah aurat, dan setan akan membuat mereka nampak lebih indah jika ada di luar rumah.
Apakah Berarti Shalat Berjama’ah Dilarang Bagi Para Wanita Muslim?
Banyaknya hadits yang menyatakan bahwa sebaik-baik shalat wanita adalah di rumah tidak berarti dilarang bagi seorang wanita untuk melakukan shalat berjamaah di lingkungan masjid. Meski begitu, ada beberapa aturan yang harus diikuti seperti misalnya mereka harus menutupi aurat mereka, dan mereka dilarang untuk menggunakan wewangian agar tidak menarik perhatian para pria yang mungkin akan mereka temui di jalan menuju masjid tempat mereka shalat nantinya.
Hadits yang menguatkan dibolehkannya seorang wanita untuk pergi ke masjid adalah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dimana isi dari hadits itu adalah Nabi Muhammad SAW yang menyarankan kepada para pria untuk memberi izin jika istri-istri mereka ingin melakukan shalat berjamaah di masjid. Sementara larangan penggunaan wewangian untuk wanita yang akan keluar rumah ada pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh banyak periwayat yaitu An-Nasai, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmidzi.
Nah, karena itu bukanlah sebuah gerakan yang baik jika kita melarang para wanita yang tidak menggunakan wewangian dan sudah menutup aurat mereka untuk pergi ke masjid dan melakukan shalat berjamaah meskipun memang banyak yang menjelaskan bahwa sebaik-baik shalat wanita adalah di rumah.
Kutipan sabda “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar” dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentu sudah bisa jadi jawaban tentang rumah-rumah yang tidak akan dimasuki malaikat. Seperti yang telah disebutkan, kita bisa mengetahui bahwa Malaikat tidak sembarang mendatangi rumah umat Islam dan hal ini disabdakan sendiri oleh Rasulullah. Ini otomatis berarti Malaikat akan memilih rumah-rumah tertentu untuk dimasuki.
20 Rumah Yang Tidak Akan Dimasuki Malaikat
Rumah-rumah yang Tidak Akan Dimasuki Malaikat Menurut Hadits
Seperti hadits yang di atas, sabda Rasulullah menyatakan bahwa rumah-rumah yang di dalamnya terdapat gambar patung dan anjing tidak akan dimasuki Malaikat, tapi tidak hanya itu saja. Ada rumah lain yang tidak dimasuki Malaikat seperti yang ditambahkan oleh Abu Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad di bukunya yang berjudul Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat.
  1. Rumah yang terdapat patung di dalamnya sudah jelas seperti bunyi hadits di atas.
  2. Rumah yang terdapat lukisan atau gambar makhluk hidup.
  3. Rumah yang terdapat peliharaan anjing. Ini bukan merupakan hal yang aneh karena memang anjing itu dianggap najis menurut Imam Qurtubi menjelaskan tentang sebabnya.
  4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang junub yang artinya punya kebiasaan tidak bersuci atau mandi dari junub.
  5. Rumah milik orang yang penuh kedurhakaan terhadap orang tuanya.
  6. Rumah milik orang yang terus-menerus durhaka.
  7. Rumah milik orang yang melakukan dosa besar dan untuk kekejian juga tidak luput menjadi salah satu penghalang Malaikat Rahmat masuk ke rumah.
  8. Rumah milik orang yang suka dengan mantera-mantera dan hal-hal syirik.
  9. Rumah yang memiliki bau tidak enak atau rumah milik seorang pria yang melumuri tubuhnya dengan kunyit.
  10. Rumah milik orang yang punya sajian berhala dan orang yang suka melakukan perjudian. Kedua hal yang haram dan dibenci Allah.
  11. Rumah milik orang yang suka berfoya-foya, menghamburkan uang atau sama dengan hidup boros.
  12. Rumah yang terdapat lonceng di dalamnya juga termasuk rumah yang tidak dimasuki Malaikat.
  13. Rumah yang ditempati untuk minum khamr atau minuman keras.
  14. Rumah yang orangnya mementingkan hawa nafsu serta di dalamnya tidak terdapat shalawat.
  15. Rumah yang di mana Asma Allah tidak disebutkan di dalamnya.
  16. Rumah yang memutar atau mengadakan lagu selain dzikir di dalamnya.
  17. Rumah yang dihuni oleh orang yang suka makan riba.
  18. Rumah milik orang yang tidak menjaga hubungan silaturahmi atau memutuskannya.
  19. Rumah milik orang yang tamak dan suka makan harta anak yatim.
  20. Rumah milik orang-orang yang suka mencaci-maki.
Dengan membuat daftar atau mengulas tentang ciri rumah yang dijauhi Malaikat ini bukanlah bermaksud untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan pengetahuan lebih lagi serta menjadikannya sebagai acuan bagi kita supaya lebih pandai dalam mengurus rumah. Menjaga rumah agar Malaikat rahmat suka dengan rumah kita adalah tujuan utama mengetahui semua ini. Tentu menjadi hal baik dan menjadi berkah juga kalau sang Malaikat berkunjung ke rumah karena sama saja rahmat Allah disampaikan kepada keluarga kita.
Jika tidak mau sang Malaikat menjauhi rumah kita dan enggan memasukinya, pastikan bahwa rumah kita tidak termasuk di dalam ciri-ciri yang disebutkan di atas. Tempat kita berteduh ini kudu bebas dari apa yang tidak disukai Malaikat supaya Malaikat senang dan betah saat berkunjung. Dan semoga dengan mengetahui seperti apa rumah-rumah yang tidak akan dimasuki malaikat menjadi informasi berguna bagi kita.

Ayat Al'quran & Terjemah

Temukan kami


Popular Posts

pengunjung

Flag Counter