Hasan bin Ali bin Abi Thalib, putra pertama Imam Ali, hampir setiap hari di bulan Ramadhan, menghidangkan makanan bagi orang miskin untuk berbuka. Beliau melayani dan mengatur makanan yang diberikan kepada para tamunya, untuk segenap orang miskin yang berada di Mandinah kala itu. Sebegitu populernya acara tersebut sampai hampir seluruh masyarakat yang ada tahu belaka, bahwa bila ingin berbuka dan menikmati makanan yg nikmat mereka boleh ke tempat S. Hasan bin Ali. Semakin hari semakin banyak orang yg datang, dan sungguhpun demikian makanan yg disiapkan senantiasa mencukupi untuk semua tamu. Di antara para tamu tersebut, ada satu orang yang pada hari itu membawa pulang makanannya tanpa menyentuhnya. ia hanya membatalkan dengan sebuah kurma dan 3 teguk air. Dan ini tak luput dari pandangan Beliau. Beliaupun tergelitik untuk bertanya. " saudaraku tercinta, tidak seperti yang lain, engkau tidak memakan makananmu, apakah ada keluargamu yg sedang sakit? Bila iya, izinkan saya membantu atau minimal bolehkah saya menegoknya? Semoga saya bisa melakukan sesuatu." Orang tua itupun menatap Hasan, dan kemudian dengan wajah sedih ia menjawab: " Maafkan saya, wahai Putra Rasul, saya hidup sebatangkara, dan saya tidak punya keluarga lagi. Tentang makanan ini, saya ingin berikan kepada seorang lelaki gagah yang selalu saya temui di perkebunan yang ada di dekat rumahku. Setiap hari saya melihatnya kerja diperkebunan itu, dan bila waktu berbuka tiba dia selalu hanya memakan sepotong roti kering yang dibasahi air. Ia bekerja dan bekerja, seperti lelah tak menghampirinya. Tapi pun demikian tatkala duduk beristirahat, saya senantiasa mendengar lantunan ayat alquran yang suci dari mulutnya. Saya tak pernah berbicara dengannya. Tapi saya kagum dan sangat hormat terhadapnya. Hari ini, saya berharap bisa menyenangkannya dengan makanan ini, setidaknya memberikan dia menu yang berbeda, maafkan saya wahai Tuan." Hasan bin Ali terharu mendengarnya beliau meneteskan air matanya, " makanlah makananmu, dan bawalah makanan untuknya." "Tidak wahai Tuan, Anda telah demikian baik, biarlah makan jatahku kuberikan padanya, hatiku membisikkan demikian ijinkanlah wahai Tuan." Kata orang tua itu, bersikukuh. Hasan bin Ali, makin terharu, air matanya makin menetes deras. "bapak tua, tahukah engkau siapa lelaki yang hendak kau berikan makanan tersebut? Dia lah Ali Bin Abi Thalib, mantu Rasulullah SAW, Pedang Allah, kekasih Allah dan RasulNya, ayahku. Sesungguhnya makanan yang kita makan ini adalah hasil kerjanya, dan dia memilih berbuka dengan apa uang kau sebutkan tadi....."
Monday, 25 May 2015
Monday, May 25, 2015
andhikka saputra
Belajar, beritaharian, inspirasi, islam, misteri
No comments
Hasan bin Ali bin Abi Thalib, putra pertama Imam Ali, hampir setiap hari di bulan Ramadhan, menghidangkan makanan bagi orang miskin untuk berbuka. Beliau melayani dan mengatur makanan yang diberikan kepada para tamunya, untuk segenap orang miskin yang berada di Mandinah kala itu. Sebegitu populernya acara tersebut sampai hampir seluruh masyarakat yang ada tahu belaka, bahwa bila ingin berbuka dan menikmati makanan yg nikmat mereka boleh ke tempat S. Hasan bin Ali. Semakin hari semakin banyak orang yg datang, dan sungguhpun demikian makanan yg disiapkan senantiasa mencukupi untuk semua tamu. Di antara para tamu tersebut, ada satu orang yang pada hari itu membawa pulang makanannya tanpa menyentuhnya. ia hanya membatalkan dengan sebuah kurma dan 3 teguk air. Dan ini tak luput dari pandangan Beliau. Beliaupun tergelitik untuk bertanya. " saudaraku tercinta, tidak seperti yang lain, engkau tidak memakan makananmu, apakah ada keluargamu yg sedang sakit? Bila iya, izinkan saya membantu atau minimal bolehkah saya menegoknya? Semoga saya bisa melakukan sesuatu." Orang tua itupun menatap Hasan, dan kemudian dengan wajah sedih ia menjawab: " Maafkan saya, wahai Putra Rasul, saya hidup sebatangkara, dan saya tidak punya keluarga lagi. Tentang makanan ini, saya ingin berikan kepada seorang lelaki gagah yang selalu saya temui di perkebunan yang ada di dekat rumahku. Setiap hari saya melihatnya kerja diperkebunan itu, dan bila waktu berbuka tiba dia selalu hanya memakan sepotong roti kering yang dibasahi air. Ia bekerja dan bekerja, seperti lelah tak menghampirinya. Tapi pun demikian tatkala duduk beristirahat, saya senantiasa mendengar lantunan ayat alquran yang suci dari mulutnya. Saya tak pernah berbicara dengannya. Tapi saya kagum dan sangat hormat terhadapnya. Hari ini, saya berharap bisa menyenangkannya dengan makanan ini, setidaknya memberikan dia menu yang berbeda, maafkan saya wahai Tuan." Hasan bin Ali terharu mendengarnya beliau meneteskan air matanya, " makanlah makananmu, dan bawalah makanan untuknya." "Tidak wahai Tuan, Anda telah demikian baik, biarlah makan jatahku kuberikan padanya, hatiku membisikkan demikian ijinkanlah wahai Tuan." Kata orang tua itu, bersikukuh. Hasan bin Ali, makin terharu, air matanya makin menetes deras. "bapak tua, tahukah engkau siapa lelaki yang hendak kau berikan makanan tersebut? Dia lah Ali Bin Abi Thalib, mantu Rasulullah SAW, Pedang Allah, kekasih Allah dan RasulNya, ayahku. Sesungguhnya makanan yang kita makan ini adalah hasil kerjanya, dan dia memilih berbuka dengan apa uang kau sebutkan tadi....."
Monday, May 25, 2015
andhikka saputra
Belajar, beritaharian, inspirasi, islam, unik
No comments
Sahabat Ali pernah 'iseng' ke Rasulullah dengan memindahkan biji kurma bekas miliknya ke tempat biji kurma Rasul. Namun Rasul menjawabnya dengan canda.
Dream - Suatu ketika, Rasulullah SAW bersama para sahabat sedang berbuka puasa. Buah kurma terhidang di depan mereka. Setiap kali mereka makan kurma, biji- biji sisanya mereka sisihkan di tempatnya masing- masing.Beberapa saat kemudian, Ali menyadari bahwa dia memakan cukup banyak kurma. Jelas saja, biji-biji kurma yang ada di tempatnya menumpuk lebih banyak di bandingkan sahabat yang lain.
Muncul keisengan Sahabat Ali. Diam-diam dia memindahkan biji kurma miliknya ke tempat biji kurma milik Rasul. Saat semua biji kurma sudah berpindah tempat, Ali menggoda Rasul.
"Wahai Nabi tampaknya engkau begitu lapar. Sehingga makan kurma begitu banyak. Lihat biji kurma di tempatmu menumpuk begitu banyak."
Bukannya terkejut atau marah, sambil tersenyum Nabi membalas keisengan Ali. "Ali, tampaknya kamulah yang sangat lapar. Sehingga engkau makan berikut biji kurmanya. Lihatlah, tak ada biji tersisa di depanmu."
Sumber : HR. Bukhori
Monday, May 25, 2015
andhikka saputra
Belajar, beritaharian, inspirasi, islam, misteri, unik
No comments
Menara Pisa, Tembok Cina, Candi
Borobudur, Taj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramid di Mesir,
inilah semua keajaiban dunia yang kita tahu. Namun sebenarnya semua itu
belum terlalu ajaib, kerana di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang
lebih ajaib lagi.
Tujuh keajaiban dunia itu adalah:
HAIWAN BERBICARA DI AKHIR ZAMAN
Maha suci Allah yang telah membuat
segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk
dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan
muncul haiwan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang
tercatat dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,
“Dan apabila perkataan telah jatuh
atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan
mengatakan kepada mereka, bahawa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin
kepada ayat-ayat Kami”.
Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy memberi ulasan tentang ayat di atas,
“Haiwan ini akan keluar di akhir
zaman ketika rosaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah
Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah
mengeluarkan ke hadapan mereka haiwan bumi.Konon khabarnya, dari Mekah,
atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Haiwan ini akan
berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir
(3/498)].
Haiwan aneh yang berbicara ini akan
keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu
yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Sesungguhnya tak akan tegak hari
kiamat,sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat:
Gempa di Timur, gempa di Barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal,
haiwan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah Barat,
dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR.
Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311),
At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya
(4041)]
POKOK KURMA YANG MENANGIS
Adanya pohon kurma yang menangis ini
terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa
sampai pohon ini menangis?
Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu-berkata:
“Adalah dahulu Rasulullah
-Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang
kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah
suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah
-Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan
tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam
Shohih-nya (876)]
Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa
sallam-berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat
mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang kurma itu pun
merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil
mengeluskan tangannya pada batang kurma itu (untuk menenangkannya)”.
[HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam
Sunan-nya (505)]
UNTAIAN SALAM BATU ANEH
Mungkin kalau seekor burung yang
pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi
bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba
Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh
apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada
para sahabatnya bahawa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan
salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya, Dari Jabir bin Samurah
dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Sesungguhnya aku mengetahui sebuah
batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus,
sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya
(1782)].
PENGADUAN SEEKOR UNTA
Manusia adalah makhluk yang memiliki
perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di
antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang
memiliki perasaan, bahkan haiwan pun memilikinya.
Oleh kerana itu sangat disesalkan
jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih
rendah daripada haiwan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada
Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.
Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Pada suatu hari Rasulullah
-Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya,
kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan
kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi
untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah
atau kumpulan batang kurma. Lalu beliau masuk ke dalam kebun laki-laki
Anshar. Tiba tiba ada seekor unta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi
wasallam- melihatnya, maka unta itu merintih dan bercucuran air
matanya.
Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi
wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya
dan tulang telinganya, maka tenanglah unta itu. Kemudian beliau
bersabda,“Siapakah pemilik unta ini, unta ini milik siapa?”
Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Unta itu milikku, wahai Rasulullah”.
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada
Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh
Allah, kerana ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahawa engkau
telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan
(1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad
(1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam
Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat
Ash-Shahihah (20)]
KESAKSIAN KAMBING PANGGANG
Kalau binatang yang masih hidup
boleh berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib
lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh,
akan tetapi benar. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat
dalam hadis berikut: Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi
wasallam-menerima hadiah, dan tidak mahu makan sedekah. Maka ada seorang
wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing
panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi
wa sallam- pun memakan sebahagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga
makan.
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Angkatlah tangan kalian, kerana
kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahawa dia beracun”. Lalu
meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi
-Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat),
“Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab,
“Jika engkau adalah seorang nabi,
maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika
engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”.
Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk
membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh.
BATU YANG BERBICARA
Setelah kita mengetahui adanya batu
yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu
yang berbicara di akhir zaman. Jika kita fikirkan, maka terasa aneh,
tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang
disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang
masuk akal, atau tidak.
Kerana Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa
sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau
berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala
perkara ghaib. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Kalian akan memerangi orang-orang
Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka
batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku,
maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim
dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah-
berkata, “Dalam hadis ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat,
berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadis
ini (menunjukkan) bahawa benda-benda itu berbicara secara
hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]
SEMUT MEMBERI ARAHAN
Mungkin kita pernah mendengar cerita
fiksen tentang haiwan-haiwan yang berbicara dengan haiwan yang lain.
Semua itu hanyalah cerita fiksen belaka dan tentunya omong kosong. Tapi
ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya haiwan yang berbicara
kepada haiwan yang lain, bahkan memberi arahan, layaknya seorang
komandan pasukan yang memberikan perintah. Haiwan yang memberi komando
tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh
Al-Qur’an,
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud,
dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang
suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini
benar-benar suatu kurnia yang nyata”.
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman
tenteranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan
tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut,
berkatalah seekor semut:
Hai semut-semut, masuklah ke dalam
sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya,
sedangkan mereka tidak menyedari.
Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Kerana (mendengar) perkataan semut itu dan dia berdoa:
“Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk
tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan
kepada dua orang ibu bapaku dan untuk mengerjakan amal soleh yang Engkau
redhoi; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan
hamba-hamba-Mu yang soleh”. (QS.An-Naml: 16-19).
Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan menghairankan seluruh manusia.
Orang-orang beriman telah lama
menyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi
-Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai sekarang.
Sunday, 24 May 2015
Sunday, May 24, 2015
andhikka saputra
Belajar, beritaharian, inspirasi, islam, misteri
No comments
YA
ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, lindungilah dan peliharakanlah kami, kedua
ibubapa kami, isteri/suami kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami
& semua orang Islam dari azab seksa api nerakaMu YA ALLAH.
Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.
Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH……AMIN…..
.: Luasnya Neraka Jahanam :.
Yazid
Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi
saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,
maka ditanya oleh nabi s.a.w.: ”Mengapa aku melihat kau berubah muka?”
Jawabnya: “Ya
Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan
penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa
neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah
itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.”
Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat neraka Jahannam.”
Jawabnya:
“Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu
tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih,
kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah
padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar
penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi
Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu
digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi
kerana panas dan basinya.
Demi
Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari
rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya
akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi
Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat
tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana
sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan
minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.
Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”
Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?”
Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?”
Jawab Jibrail:
“Pintu yg terbawah untuk
orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan
hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya
Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.”
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: ”Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?”
Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.”
Maka
nabi s.a.w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga
Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar
kembali dan
sesudah sedar nabi saw bersabda: “Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”
Jawabnya: “Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”
Kemudian
nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk
ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian
kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu
menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab “Peringatan Bagi Yg
Lalai”)
Dari
Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan
kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua…..Wallahua’lam.
Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159
Sesungguhnya
orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari
keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya
kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan
dilaknat oleh sekalian makhluk.
Dari Abdullah bin ‘Amr R.A,
Rasulullah S.A.W bersabda:” Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..
SEPULUH ORANG YANG MAYATNYA TIDAK BUSUK DAN TIDAK REPUT DI HARI QIAMAT KELAK!!!
Disebutkan
di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan
dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama
44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK
DUDUK dan TIDAKBERCAKAP.
Bertanya orang kepada Rasulullah saw : “Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?”
Maka jawabnya Rasulullah saw “Umatku
dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU’.” Bila qiamat
datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan
debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak
dihilangkan. Maka
memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu “itu dari debu
kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN” mereka. Oleh itu
tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian” Siratul Mustaqim
dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu
mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.
Disebutkan
oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK
BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati :-
1. Para Nabi
2 Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.
Didalam
satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw:
Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur
dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:
”
Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku
berpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan
dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng
dan buah-buahan SYURGA. ”
Maka
Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua
anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa
dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang
penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat
banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.
Jika
Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada
mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam
Surah Al-Haqqah bermaksud :
“Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.”
* Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain.
Ilmu
yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang
mengajarnya meskipun dia sudah mati. ” Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa
mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.” Surah
Al-Baqarah : 237
Untuk renungan dan amalan bersama ..
“LAA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINALZHAALIMIIN”
LIMA
MACAM DOSA yang tidak ada tebusannya iaitu SYIRIK terhadap Allah
s.w.t., MEMBUNUH orang tanpa hak, membuat TUDUHAN PALSU terhadap seorang
Muslim, LARI DARI BARISAN Muslimin dalam PEPERANGAN dan SUMPAH PALSU
untuk MENGAMBIL HAK ORANG LAIN” (Riwayat Ahmad)
DOSA – DOSA BESAR YANG KITA LAKUKAN
Dosa yang paling besar ialah SYIRIK, DERHAKA kepada ibu bapa dan MEMBUNUH orang tanpa hak” (Riwayat Anas r.a.)
SHOLAT LIMA WAKTU
Ada
riwayat : Nabi SAW bersabda bahawa SHOLAT itu adalah perkara pertama
yang akan dihisab semasa di Akhirat kelak!!! Jika BAIK maka baiklah
segala amalan!!! Jika BURUK maka buruklah segala amalan!!!
JAGALAH SHOLAT ITU IBARAT NYAWA KAMU SENDIRI!!!
Tuesday, 19 May 2015
Tuesday, May 19, 2015
andhikka saputra
Belajar, beritaharian, inspirasi, islam
No comments
Perbuatan ini boleh dilakukan, baik disebabkan oleh perasaan yang sangat kepada Allah maupun sebab-sebab lainnya, seperti mengeluh pada saat turun bencana atau sakit yang menimpa dirinya, selama hal itu tidak dibuat-buat dan tidak tertahankan. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ مِن ذُرِّيَّةِ آدَمَ
وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ
هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا
وَبُكِيًّا ۩
“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam : 58)
Ayat ini berlaku kepada seseorang yang sedang mengerjakan shalat ataupun pada waktu lainnya. Abdullah bin Syikhir, ia berkata,
“Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat sambil menangis terisak-isak seakan-akan pada dadanya terdapat bunyi air mendidih di dalam ceret.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, dan ia mensahihkannya)
Ali berkata,
“Pada waktu Perang Badar, tak seorangpun yang mengendarai kuda selain Miqdad bin Aswad. Pada malam harinya, tak seorang pun yang bangun untuk mengerjakan shalat selain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau berada di bawah sebatang pohon dan mengerjakan sholat sambil menangis hingga pagi hari.” (HR. Ibnu Hibban)
Aisyah r.a menceritakan bahwa sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sakit menjelang kewafatannya, beliau bersabda,
“Suruhlah Abu Bakar agar ia mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin.” Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hati. Ketika membaca Al Qur’an, ia sering menangis.’ Sebenarnya aku mengatakan demikian disebabkan kekhawatiranku bahwa kaum mulismin nantinya akan merasa berdosa jika tidak memosisikan Abu Bakar sebagai pengganti pertama terhadap kedudukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi, beliau tetap berkeras dengan perintahnya. ‘Suruhlah Abu Bakar mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin. Aku tahu bahwa kamu kaum wanita tak ada bedanya dengan istri Nabi Yusuf a.s’” 1 (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi mensahihkannya)
Sikap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mempertahankan Abu Bakar sebagai imam kaum muslimin, padahal beliau telah diberitahu bahwa ia sering menangis dalam shalatnya merupakan dalil bahwa menangis dalam shalat itu diperbolehkan.
Ketika Umar ibnu Khathab mengerjakan shalat subuh dan membaca surah Yusuf, kemudian pada saat membaca ayat,
‘Aku mengadukan kerisauan serta kesusahan hatiku hanya kepada Allah,’ kemudian terdengarlah bunyi isak tangisnya.” (Riwayat Bukhari, Sa’id bin Mansur, dan Ibnu Mundzir)
Tangisan Umar seperti yang telah dikemukakan dalam riwayat tersebut merupakan bantahan terhadap ulama yang mengatakan bahwa menangis dapat membatalkan shalat (jika hanya mengeluarkan bunyi-bunyian tak bermakna dari mulutnya), baik karena takut kepada Allah maupun karena sebab-sebab lain. Sementara itu, dalil mereka bahwa mengucapkan dua huruf dapat menyebabkan batalnya shalat karena dianggap berbicara, alasan seperti ini tidak dapat diterima sama sekali sebab menangis dan berbicara merupakan dua perkara yang sangat berlainan. [Syahida.com]
======
1 Maksudnya, Aisyah sama halnya dengan istri Nabi Yusuf a.s yang senantiasa menimbulkan pertentangan antara lahir dan batin. Karenanya, jika istri Nabi Yusuf a.s pernah memanggil kaum wanita yang pada lahiriahnya adalah untuk menjamu mereka, padahal tujuan sebenarnya adalah untuk memperlihatkan ketampanan Nabi Yusuf agar mereka tidak menyalahkannya lagi jika jatuh cinta kepadanya, demikian pula halnya dengan Aisyah. Pada lahiriahnya, Aisyah menolak Abu Bakar diangkat sebagai imam karena khawatir makmum tidak mau mendengarkan bacaannya, karena suara tangisnya, padahal maksud yang sebenarnya agar kaum muslimin tidak menjauhi dan membencinya.
Sumber : Kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq, Penerbit Pena
Ayat ini berlaku kepada seseorang yang sedang mengerjakan shalat ataupun pada waktu lainnya. Abdullah bin Syikhir, ia berkata,
“Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat sambil menangis terisak-isak seakan-akan pada dadanya terdapat bunyi air mendidih di dalam ceret.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, dan ia mensahihkannya)
Ali berkata,
“Pada waktu Perang Badar, tak seorangpun yang mengendarai kuda selain Miqdad bin Aswad. Pada malam harinya, tak seorang pun yang bangun untuk mengerjakan shalat selain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau berada di bawah sebatang pohon dan mengerjakan sholat sambil menangis hingga pagi hari.” (HR. Ibnu Hibban)
Aisyah r.a menceritakan bahwa sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sakit menjelang kewafatannya, beliau bersabda,
“Suruhlah Abu Bakar agar ia mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin.” Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hati. Ketika membaca Al Qur’an, ia sering menangis.’ Sebenarnya aku mengatakan demikian disebabkan kekhawatiranku bahwa kaum mulismin nantinya akan merasa berdosa jika tidak memosisikan Abu Bakar sebagai pengganti pertama terhadap kedudukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi, beliau tetap berkeras dengan perintahnya. ‘Suruhlah Abu Bakar mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin. Aku tahu bahwa kamu kaum wanita tak ada bedanya dengan istri Nabi Yusuf a.s’” 1 (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi mensahihkannya)
Sikap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mempertahankan Abu Bakar sebagai imam kaum muslimin, padahal beliau telah diberitahu bahwa ia sering menangis dalam shalatnya merupakan dalil bahwa menangis dalam shalat itu diperbolehkan.
Ketika Umar ibnu Khathab mengerjakan shalat subuh dan membaca surah Yusuf, kemudian pada saat membaca ayat,
‘Aku mengadukan kerisauan serta kesusahan hatiku hanya kepada Allah,’ kemudian terdengarlah bunyi isak tangisnya.” (Riwayat Bukhari, Sa’id bin Mansur, dan Ibnu Mundzir)
Tangisan Umar seperti yang telah dikemukakan dalam riwayat tersebut merupakan bantahan terhadap ulama yang mengatakan bahwa menangis dapat membatalkan shalat (jika hanya mengeluarkan bunyi-bunyian tak bermakna dari mulutnya), baik karena takut kepada Allah maupun karena sebab-sebab lain. Sementara itu, dalil mereka bahwa mengucapkan dua huruf dapat menyebabkan batalnya shalat karena dianggap berbicara, alasan seperti ini tidak dapat diterima sama sekali sebab menangis dan berbicara merupakan dua perkara yang sangat berlainan. [Syahida.com]
======
1 Maksudnya, Aisyah sama halnya dengan istri Nabi Yusuf a.s yang senantiasa menimbulkan pertentangan antara lahir dan batin. Karenanya, jika istri Nabi Yusuf a.s pernah memanggil kaum wanita yang pada lahiriahnya adalah untuk menjamu mereka, padahal tujuan sebenarnya adalah untuk memperlihatkan ketampanan Nabi Yusuf agar mereka tidak menyalahkannya lagi jika jatuh cinta kepadanya, demikian pula halnya dengan Aisyah. Pada lahiriahnya, Aisyah menolak Abu Bakar diangkat sebagai imam karena khawatir makmum tidak mau mendengarkan bacaannya, karena suara tangisnya, padahal maksud yang sebenarnya agar kaum muslimin tidak menjauhi dan membencinya.
Sumber : Kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq, Penerbit PenaFriday, 15 May 2015
Friday, May 15, 2015
andhikka saputra
Belajar, beritaharian, inspiratif, islam, misteri, unik
No comments
Kita memang pernah mendengar bahwa pahala shalat berjama’ah adalah 27
kali lipat shalat biasa, tapi ternyata sebaik-baik shalat wanita adalah
di rumah. Tidak seperti para laki-laki yang dinilai lebih baik jika
mereka melakukan shalat berjamaah di masjid baik itu dekat maupun jauh
dari rumah mereka, para wanita lebih dianjurkan dan amat disarankan
untuk lebih baik melakukan shalat mereka di rumah. Tentu saja ada alasan
dari semua ini, dimana alasan tersebut akan sama-sama kita bahas di
kesempatan ini.
Memang kita sama-sama mengetahui bahwa ketika kita melakukan shalat
berjamaah, maka kinta mendapatkan pahala 27 kali lipat lebih banyak,
tapi ternyata hal ini tidak berlaku bagi yang wanita karena ternyata
lebih baik jika wanita shalat di rumah mereka masing-masing. Hal ini
sendiri sesuai dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan
status dari hadits ini sendiri adalah hasan menurut Syaikh Syu’aib.
Hadist tersebut berbunyi bahwa ujar Nabi Muhammad SAW, masjid yang
paling baik bagi para wanita adalah jika mereka diam di rumah.
Hadits lain yang memperkuat pernyataan bahwa wanita lebih baik untuk
shalat di rumah muncul dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Daud, dan oleh Syaikh Al-Albani sudah dinilai sebagai hadits yang
shahih. Hadits ini berisi bahwa bagi seorang wanita, shalat di rumah
akan jauh lebih utama daripada di pintu rumah. Lebih baik juga jika
seorang wanita shalat di ruangan yang sudah dikhususkan untuknya
daripada di tempat lain yang membuatnya lebih mudah dilihat oleh orang
lain.
Bahkan Allah SWT menambahkan bobot yang mengatakan bahwa wanita
sebaiknya shalat di dalam rumah lewat Al-Qur’an, tepatnya pada surat
Al-Ahzab ayat 33. Arti dari surat tersebut kira-kira para wanita
sebaiknya tinggal di dalam rumah dan tidak berdandan layaknya jaman
dahulu kala ketika masih masa jahiliyah. Lewat sebuah hadits riwayat
Tirmidzi yang dinilai shahih juga Nabi Muhammad SAW pernah bersabda
bahwa wanita adalah aurat, dan setan akan membuat mereka nampak lebih
indah jika ada di luar rumah.
Apakah Berarti Shalat Berjama’ah Dilarang Bagi Para Wanita Muslim?
Banyaknya hadits yang menyatakan bahwa sebaik-baik shalat wanita adalah
di rumah tidak berarti dilarang bagi seorang wanita untuk melakukan
shalat berjamaah di lingkungan masjid. Meski begitu, ada beberapa aturan
yang harus diikuti seperti misalnya mereka harus menutupi aurat mereka,
dan mereka dilarang untuk menggunakan wewangian agar tidak menarik
perhatian para pria yang mungkin akan mereka temui di jalan menuju
masjid tempat mereka shalat nantinya.
Hadits yang menguatkan dibolehkannya seorang wanita untuk pergi ke
masjid adalah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dimana isi dari
hadits itu adalah Nabi Muhammad SAW yang menyarankan kepada para pria
untuk memberi izin jika istri-istri mereka ingin melakukan shalat
berjamaah di masjid. Sementara larangan penggunaan wewangian untuk
wanita yang akan keluar rumah ada pada sebuah hadits yang diriwayatkan
oleh banyak periwayat yaitu An-Nasai, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmidzi.
Nah, karena itu bukanlah sebuah gerakan yang baik jika kita melarang
para wanita yang tidak menggunakan wewangian dan sudah menutup aurat
mereka untuk pergi ke masjid dan melakukan shalat berjamaah meskipun
memang banyak yang menjelaskan bahwa sebaik-baik shalat wanita adalah di
rumah.
Friday, May 15, 2015
andhikka saputra
Belajar, inspirasi, islam, misteri, unik
No comments
Kutipan sabda “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah
yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar” dari Ali bin Abu Thalib
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentu sudah bisa jadi jawaban
tentang rumah-rumah yang tidak akan dimasuki malaikat. Seperti yang
telah disebutkan, kita bisa mengetahui bahwa Malaikat tidak sembarang
mendatangi rumah umat Islam dan hal ini disabdakan sendiri oleh
Rasulullah. Ini otomatis berarti Malaikat akan memilih rumah-rumah
tertentu untuk dimasuki.
Rumah-rumah yang Tidak Akan Dimasuki Malaikat Menurut Hadits
Seperti hadits yang di atas, sabda Rasulullah menyatakan bahwa
rumah-rumah yang di dalamnya terdapat gambar patung dan anjing tidak
akan dimasuki Malaikat, tapi tidak hanya itu saja. Ada rumah lain yang
tidak dimasuki Malaikat seperti yang ditambahkan oleh Abu Hudzaifah
Ibrahim bin Muhammad di bukunya yang berjudul Rumah yang Tidak Dimasuki
oleh Malaikat.
- Rumah yang terdapat patung di dalamnya sudah jelas seperti bunyi hadits di atas.
- Rumah yang terdapat lukisan atau gambar makhluk hidup.
- Rumah yang terdapat peliharaan anjing. Ini bukan merupakan hal yang aneh karena memang anjing itu dianggap najis menurut Imam Qurtubi menjelaskan tentang sebabnya.
- Rumah yang dihuni oleh orang-orang junub yang artinya punya kebiasaan tidak bersuci atau mandi dari junub.
- Rumah milik orang yang penuh kedurhakaan terhadap orang tuanya.
- Rumah milik orang yang terus-menerus durhaka.
- Rumah milik orang yang melakukan dosa besar dan untuk kekejian juga tidak luput menjadi salah satu penghalang Malaikat Rahmat masuk ke rumah.
- Rumah milik orang yang suka dengan mantera-mantera dan hal-hal syirik.
- Rumah yang memiliki bau tidak enak atau rumah milik seorang pria yang melumuri tubuhnya dengan kunyit.
- Rumah milik orang yang punya sajian berhala dan orang yang suka melakukan perjudian. Kedua hal yang haram dan dibenci Allah.
- Rumah milik orang yang suka berfoya-foya, menghamburkan uang atau sama dengan hidup boros.
- Rumah yang terdapat lonceng di dalamnya juga termasuk rumah yang tidak dimasuki Malaikat.
- Rumah yang ditempati untuk minum khamr atau minuman keras.
- Rumah yang orangnya mementingkan hawa nafsu serta di dalamnya tidak terdapat shalawat.
- Rumah yang di mana Asma Allah tidak disebutkan di dalamnya.
- Rumah yang memutar atau mengadakan lagu selain dzikir di dalamnya.
- Rumah yang dihuni oleh orang yang suka makan riba.
- Rumah milik orang yang tidak menjaga hubungan silaturahmi atau memutuskannya.
- Rumah milik orang yang tamak dan suka makan harta anak yatim.
- Rumah milik orang-orang yang suka mencaci-maki.
Dengan membuat daftar atau mengulas tentang ciri rumah yang dijauhi
Malaikat ini bukanlah bermaksud untuk menakut-nakuti, melainkan untuk
memberikan pengetahuan lebih lagi serta menjadikannya sebagai acuan bagi
kita supaya lebih pandai dalam mengurus rumah. Menjaga rumah agar
Malaikat rahmat suka dengan rumah kita adalah tujuan utama mengetahui
semua ini. Tentu menjadi hal baik dan menjadi berkah juga kalau sang
Malaikat berkunjung ke rumah karena sama saja rahmat Allah disampaikan
kepada keluarga kita.
Jika tidak mau sang Malaikat menjauhi rumah kita dan enggan memasukinya,
pastikan bahwa rumah kita tidak termasuk di dalam ciri-ciri yang
disebutkan di atas. Tempat kita berteduh ini kudu bebas dari apa yang
tidak disukai Malaikat supaya Malaikat senang dan betah saat berkunjung.
Dan semoga dengan mengetahui seperti apa rumah-rumah yang tidak akan
dimasuki malaikat menjadi informasi berguna bagi kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)





